Titik Kecil di Tepi Layar Ponsel Ini Ternyata Bisa Redakan Mabuk Perjalanan
Oleh

Reading Comfort
adjust the font size
INTARTA.com - Kalau belakangan ini Anda melihat orang di bus atau KRL menatap layar iPhone dengan bintik-bintik hitam kecil yang bergerak di pinggiran layar, itu bukan error. Itu fitur.
Fitur tersebut bernama Vehicle Motion Cues. Apple sebenarnya sudah mengenalkannya sejak iOS 18 pada 2024. Baru ramai belakangan karena makin banyak pengguna yang membagikan efeknya di media sosial.
Baca Juga:Jenuh Menatap Layar, Anak Muda Beramai-ramai Pindah ke Ponsel JadulSederhananya, Apple menambahkan animasi titik di tepi layar yang bergerak mengikuti laju kendaraan. Idenya memanfaatkan sensor akselerometer yang memang sudah ada di iPhone. Saat mobil berbelok ke kanan, titik-titik itu bergeser ke kiri. Saat kendaraan mengerem, titik bergerak ke depan. Gerakannya sengaja dibuat berlawanan arah untuk memberi sinyal visual ke otak bahwa tubuh sedang bergerak.
Cara Mengaktifkan dan Cara Kerjanya
Fitur ini memang tidak aktif sendiri. Pengguna harus menyalakannya manual. Caranya: buka Pengaturan, lalu Aksesibilitas, kemudian Motion, dan aktifkan Show Vehicle Motion Cues. Di iPhone berbahasa Indonesia, menunya ada di Aksesibilitas, lalu Gerakan, kemudian Tampilkan Isyarat Gerakan Kendaraan. Ada tiga opsi: dimatikan total, aktif otomatis ketika iPhone mendeteksi Anda di kendaraan yang bergerak, atau aktif terus. Apple juga memberi opsi untuk mengatur tampilan titiknya.
Baca Juga:Dibuka Sampai Sekrup Terakhir, Ponsel Flagship Ini Ternyata Punya Kejutan BesarPenjelasan yang paling sering dipakai soal kenapa fitur ini bisa bikin tidak mual adalah teori konflik sensorik. Telinga bagian dalam merasakan tubuh bergerak. Mata, di sisi lain, melihat layar yang diam. Otak bingung menerima dua sinyal yang bertolak belakang. Dari kebingungan itulah rasa pusing dan mual muncul.
Tapi tidak semua peneliti setuju sepenuhnya. Tom Stoffregen, profesor emeritus dari University of Minnesota yang meneliti mabuk perjalanan sejak era 1980-an, menawarkan sudut pandang berbeda. Menurutnya, masalah utama ada pada upaya tubuh menjaga keseimbangan postur. Tubuh terus menebak ke mana arah gerak selanjutnya. Kalau tebakannya meleset, muncul rasa tidak nyaman. Ini menjelaskan kenapa pengemudi jarang mabuk, sementara penumpang lebih rentan. Pengemudi memegang kendali, jadi tubuhnya lebih mudah memprediksi gerakan.
Prinsipnya bukan barang baru. Steenerson menyebut penelitian tentang umpan balik visual untuk mabuk perjalanan sudah ada sejak lama. Contoh paling nyata adalah kacamata anti-mabuk berisi cairan di sekeliling lensa yang ikut bergoyang mengikuti gerakan kendaraan. Produk itu sudah dijual bertahun-tahun dan efektif untuk sebagian orang.
Ada yang Terbantu, Ada yang Tidak
Respons pengguna cukup terbagi. Sebagian mengaku tidak merasakan perubahan signifikan. Sebagian lain menyebut fitur ini seperti penyelamat perjalanan. Zandie Brockett, kurator asal New York City, mengatakan fitur ini mengubah total pengalamannya naik kendaraan. Ia sekarang rutin merekomendasikannya ke teman yang mengeluh mabuk.
Cerita menarik datang dari Rory Carroll, pemimpin redaksi media otomotif Alloy. Pekerjaannya mengharuskan dia duduk di kursi penumpang hampir setiap hari untuk mengulas mobil, kondisi yang biasanya jadi pemicu mabuk terberat. Baginya, fitur titik-titik ini membantu mengatasi masalah yang ia alami seumur hidup. Saking terbantunya, ada pengguna yang bahkan membiarkan fitur ini menyala 24 jam, padahal tidak sedang bepergian.
Secara resmi, Vehicle Motion Cues hanya ada di iPhone dan iPad dengan iOS 18 dan iPadOS 18 atau lebih baru. Di Android, beberapa aplikasi pihak ketiga mulai meniru konsep serupa dengan animasi dot di overlay layar. Beredar juga kabar Google mempertimbangkan fitur sejenis untuk lini Pixel. Namun kabar tersebut belum dikonfirmasi resmi oleh Google, jadi belum bisa dijadikan patokan. Hal yang sama berlaku untuk rumor lain, seperti pengembangan AirPods dengan kamera untuk mendukung fitur berbasis AI tanpa menatap layar. Informasi itu masih sebatas rumor dan belum ada pernyataan resmi dari Apple.
Ada catatan yang menarik dari pengguna yang diwawancarai. Fitur ini pada dasarnya membantu orang yang mual karena menatap layar ponsel di kendaraan bergerak. Artinya, solusinya bukan membuat orang berhenti menatap layar, melainkan memberi alasan untuk tetap menatap layar lebih lama. Ini sedikit ironis. Di tengah kekhawatiran soal screen time yang berlebihan, teknologi justru mencari cara agar layar tetap bisa dipakai di momen yang dulu bebas layar. Ditambah daya tahan baterai yang makin lama dan koneksi internet satelit yang makin luas, batas antara waktu di perjalanan dan waktu menatap layar jadi semakin tipis.
Kalau Anda termasuk yang cepat mual saat membuka HP di mobil atau bus, fitur ini layak dicoba. Gratis, tidak perlu aplikasi tambahan, dan hanya butuh beberapa detik untuk mengaktifkan. Hasilnya memang tidak sama untuk semua orang. Ada yang langsung cocok, ada yang tidak merasakan apa-apa. Dan kalau tidak berhasil, solusi paling sederhana masih tetap ada. Taruh dulu ponselnya, lihat ke luar jendela, beri otak waktu untuk menyamakan apa yang dilihat mata dengan apa yang dirasakan tubuh.
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
intarta
Berita & Media
Diskusi
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Jenuh Menatap Layar, Anak Muda Beramai-ramai Pindah ke Ponsel Jadul

Dibuka Sampai Sekrup Terakhir, Ponsel Flagship Ini Ternyata Punya Kejutan Besar

Kalah di Pasar Ponsel, Raksasa Lama Ini Justru Menang di Balik Layar Penyelamatan

Kenapa Menabung Kini Terasa Lebih Berat dari Dulu?

Mulai dari Sepuluh Ribu Sehari, Jalan Menuju Usaha Sendiri Terbuka

Otak Gen Z Dipaksa Lembur Setiap Hari: dari Brain Rot sampai Brain Fry
Berita Terkini
Lihat Semua
Dua Pengunjung Diusir dari Ruang Sidang Usai Diduga Bocorkan Kesaksian

Tujuh Anggota Satuan Narkoba Dimutasi karena Diduga Langgar Prosedur

Beras Bergizi Palsu Terbongkar, Pemerintah Siapkan Penarikan dari Pasar

Sekolah Kosong Saat Banjir Lahar, Guru Tetap Hadir dan Belajar Beralih Daring

