TeknologiArtikel

Akun Tiba-tiba Diblokir? Waspada Pembajakan Lewat Pindaian Kode QR

Redaksi Intarta

Oleh

Akun Tiba-tiba Diblokir? Waspada Pembajakan Lewat Pindaian Kode QR
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

INTARTA.com - Sejumlah pengguna aplikasi pesan mendadak kehilangan akses ke akun mereka, dengan keterangan akun sedang ditinjau tanpa penjelasan yang memuaskan. Pakar keamanan siber Alfons Tanujaya menelusuri kasus ini dan menemukan pola yang mengkhawatirkan di baliknya.

Menurut penelusuran Alfons, sebagian akun yang diblokir ternyata tercatat pernah mengirim pesan siaran berisi tautan judi online ke nomor-nomor asing, padahal pemilik akun mengaku tidak pernah mengirim pesan tersebut. Temuan ini mengarah pada dugaan bahwa akun-akun itu sudah lebih dulu dikuasai pihak lain.

Baca Juga:Celah Kritis PHP Ditemukan Lewat Kecerdasan Buatan, Sejumlah Negara Tutup Situs Pemerintah

Tiga Modus yang Berulang Muncul

Alfons mengidentifikasi tiga modus yang berulang muncul. Pertama, korban tergiur menyewakan akunnya dengan imbalan tertentu. Kedua, akun memang berhasil diretas. Ketiga, sesi akun dicuri lewat perangkat lunak pihak ketiga, yang dikenal sebagai pencurian sesi.

Yang mengejutkan, verifikasi dua langkah ternyata tidak mempan menutup celah ini. Penyebabnya, pembajakan terjadi lewat penautan perangkat baru dengan memindai kode QR, bukan lewat proses memasukkan PIN yang dilindungi verifikasi dua langkah.

Baca Juga:Anthropic Rilis Asisten AI yang Menyapa Duluan Sebelum Anda Bertanya

Langkah Pengaman yang Disarankan

Alfons membagikan beberapa langkah pengaman, terutama bagi pengguna yang akunnya berulang kali diblokir. Pertama, hindari aplikasi modifikasi dan gunakan hanya aplikasi resmi dari toko aplikasi resmi. Kedua, periksa perangkat tertaut secara berkala lewat menu Setelan, dan segera keluarkan perangkat asing yang mencurigakan. Ketiga, jangan pernah membagikan kode OTP maupun izin memindai kode QR kepada siapa pun, sekalipun diminta orang yang dikenal, bila tujuannya tidak jelas.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa ancaman digital tidak selalu datang lewat serangan rumit. Kadang cukup satu pindaian kode QR yang tidak disadari pemiliknya sendiri, akun pun berpindah tangan.

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua